Mengenal React.js dalam Membangun User Interface yang Dinamis dan Responsif

Saatnya Anda berkolaborasi dengan kami!

Hubungi Kami

Mengenal React.js dalam Membangun User Interface yang Dinamis dan Responsif

Apa Itu React.js?

React.js adalah framework dan open-source library JavaScript yang dikembangkan oleh Facebook. React.js digunakan untuk membangun user interface yang interaktif dan aplikasi web dengan cepat dan efisien menggunakan kode yang jauh lebih sedikit daripada menggunakan vanilla JavaScript. Ini awalnya dikembangkan dan dikelola oleh Facebook, namun selanjutnya digunakan dalam produknya seperti WhatsApp & Instagram.

Di dalam React, Anda dapat mengembangkan aplikasi dengan menggunakan komponen yang dapat digunakan kembali seperti pada blok Lego. Komponen-komponen ini adalah bagian yang terpisah-pisah dari antarmuka akhir, yang saat disusun akan membentuk user interface aplikasi secara keseluruhan.

Peran utama React dalam sebuah aplikasi adalah untuk menangani layer tampilan aplikasi, seperti V dalam pola Model View Controller (MVC) dengan proses eksekusi rendering tepat dan efisien. Daripada berurusan dengan seluruh user interface dalam satu unit, React.js mendorong pengembang untuk memisahkan user interface yang kompleks menjadi komponen individu yang dapat digunakan kembali yang membentuk blok dari keseluruhan user interface. Sehingga, React.js menggabungkan kecepatan dan efisiensi JavaScript dengan metode manipulasi Documents Object Model (DOM) yang lebih efisien untuk merender halaman web lebih cepat dan untuk membuat aplikasi web yang dinamis dan responsif.
 

Bagaimana Cara Kerja React.js?

Ketika membuka sebuah halaman web dengan mengetikkan URL-nya ke dalam browser web Anda. Browser kemudian mengirimkan permintaan untuk halaman tersebut, kemudian ditampilkan oleh browser. Jika Anda mengklik tautan di halaman tersebut untuk menuju ke halaman lain di situs web, permintaan baru dikirimkan ke server untuk mendapatkan halaman baru tersebut.

Pola pemuatan back-and-forth antara browser Anda (klien) dan server terus berlanjut setiap kali mencoba mengakses halaman atau sumer baru di sebuah situs web. Pendekatan pemuatan situs web seperti tersebut bekerja dengan baik. Tetapi jika sebuah situs web yang sangat bergantung pada data pemuatan back-and-forth dari seluruh halaman web akan menjadi perulangan dan menghasilkan pengalaman pengguna yang buruk.

Selain itu, ketika data berubah dalam sebuah aplikasi JavaScript tradisional, manipulasi DOM secara manual diperlukan untuk menunjukkan perubahan tersebut. Anda harus mengidentifikasi data mana yang berubah dan memperbarui DOM untuk menunjukkan perubahan tersebut, sehingga mengakibatkan pemuatan ulang seluruh halaman. React.js mengambil pendekatan yang berbeda dengan memungkinkan untuk membentuk aplikasi satu halaman (single-page application/SPA). Kemudian, portion, content, atau body spesifik dari halaman web yang perlu diperbarui, perlu diperbarui menggunakan JavaScript.

Pola ini dikenal sebagai client-side routing karena klien tidak perlu memuat ulang seluruh halaman web untuk mendapatkan halaman baru setiap kali pengguna membuat permintaan baru. Sebaliknya, React.js menerima permintaan tersebut dan hanya mengambil serta mengubah bagian-bagian yang perlu diubah tanpa harus adanya pemuatan ulang seluruh halaman. Pendekatan ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dan pengalaman pengguna yang lebih dinamis.

React.js bergantung pada virtual DOM, yang merupakan salinan dari DOM asli. Virtual DOM React.js akan dimuat ulang untuk menunjukkan pembaharuan setiap kali terjadi perubahan pada data. Setelah itu, React.js membandingkan virtual DOM dengan DOM asli untuk mengetahui apa yang telah berubah. Selanjutnya, React.js mencari cara dengan pengeluaran rendah untuk memperbarui DOM asli dengan perubahan tersebut tanpa merender ulang DOM asli. Akibatnya, komponen-komponen dan user interface React.js dengan cepat menujukkan perubahan tersebut karena Anda tidak perlu memuat ulang seluruh halaman setiap kali ada pembaruan.
 

Mengapa Menggunakan React.js?

Terdapat banyak platform open-source untuk membantu dalam mengembangkan aplikasi atau front-end website. Namun, mengapa harus menggunakan React.js.

Berikut ini adalah keuntungan menggunakan React.js.

1.    Kemudahan dalam penggunaan
React.js lebih mudah untuk dipahami daripada platform lainnya. Penggunaan component-based approach, well-defined lifecycle, dan JavaScript membuat React.js sangat mudah dipahami dan mendukung untuk pembuatan web profesional dan aplikasi. React.js menggunakan sintaks khusus yang disebut JSX, yang memungkinkan Anda menggabungkan kode HTML dengan JavaScript. Itu bukan persyaratan, namun pengembang masih dapat menulis dalam JavaScript biasa, meski JSX jauh lebih mudah digunakan.

2.    Mudah dipelajari
Seseorang yang memiliki pengetahuan dasar mengenai pemrograman dapat dengan mudah memahami React.js. Tidak seperti Angular dan Ember, walaupu disebut 'Bahasa Khusus Domain', namun sulit untuk mempelajarinya. Untuk menggunakan React.js, hanya perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai bahasa pemrograman CSS dan HTML.

3.    Komponen yang dapat digunakan kembali
Setiap komponen dalam React.js memiliki logikanya sendiri yang dapat digunakan kembali di mana saja dalam aplikasi. Ini mengurangi kebutuhan untuk menulis ulang potongan kode yang sama berkali-kali.

4.    Dapat dikembangkan lebih luas
React.js adalah library yang hanya merender user interface aplikasi. Pengembang (developer) bebas untuk memilih alat mana yang akan digunakan, seperti library untuk merender halaman yang berbeda, library desain, dan lainnya.

5.    Aliran data yang searah
React.js mengikuti aliran data searah. Hal tersebut menunjukkan jika saat mendesain aplikasi menggunakan React.js, pengembang sering kali membuat komponen anak yang bersarang di dalam komponen induk. Karena data mengalir dalam satu arah, sehingga menjadi lebih mudah untuk men-debug kesalahan dan mengetahui di mana masalah terjadi dalam aplikasi.

6.    React dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi web dan mobile
React.js digunakan pada pengembangan aplikasi web, tetapi tidak hanya itu yang dapat dilakukannya. Terdapat framework yang disebut React Native yang berasal dari React itu sendiri. React Native sangat populer dan banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile yang menarik. Dari penjelasan tersebut menunjukkan jika React.js bisa digunakan untuk pembuatan aplikasi baik web maupun mobile.

7.    Tool khusus untuk memudahkan debugging
Facebook telah merilis ekstensi Chrome yang dapat digunakan untuk men-debug aplikasi React.js. Keberadaan JSX pada React.js mempermudah dan mempercepat proses debugging aplikasi web.

8.    Native approach
React dapat digunakan untuk membuat aplikasi mobile (React Native). React.js adalah mendukung penggunaan kembali, artinya penggunaan kembali kode ekstensif. Jadi, pada saat yang sama, bisa membuat aplikasi IOS, Android dan Web.

9.    Kinerja
React.js tidak menawarkan konsep bawaan apa pun agar tidak adanya ketergantungan. Modul yang dapat dgunakan yaitu Browserify, Require JS, EcmaScript 6 yang dapat digunakan melalui Babel, React.js untuk menyuntikkan dependensi secara otomatis.

10.    Testability
Pengujian aplikasi React.js sangatlah mudah. User interface dalam aplikasi ini dapat berfungsi berdasarkan kondisi (state), sehingga memungkinkan kita untuk memanipulasi kondisi yang diteruskan ke antarmuka React.js. Dengan demikian, kita dapat melihat hasil keluaran serta mengaktifkan tindakan, peristiwa, fungsi, dan lainnya.
 

Penggunaan React.js

Berikut ini adalah penggunaan React.js yang dapat memberikan hasil yang signifikan.

1.    User interface yang kompleks
React.js unggul dalam menangani user interface yang rumit dengan mudah. Jika aplikasi web memiliki banyak elemen dinamis dan interaktif, seperti pembaruan real time atau visualisasi data, React.js dapat membantu membentuk user interface yang responsif dan halus.

2.    Aplikasi skala besar
Arsitektur berbasis komponen React memungkinkan Anda membuat kode yang modular dan dapat digunakan kembali yang dapat membantu Anda mengembangkan aplikasi web dengan skala yang besar seiring pertumbuhan bisnis Anda. Ini menjadikan React pilihan yang baik untuk mengembangkan aplikasi skala besar yang membutuhkan kemudahan pemeliharaan, skalabilitas, dan fleksibilitas.

3.    Aplikasi dengan kinerja tinggi
Sistem rendering React yang efisien dan DOM virtual yang dioptimalkan memungkinkannya menangani data dalam jumlah besar dan antarmuka pengguna yang kompleks tanpa mengorbankan kinerja.

4.    Aplikasi lintas platform
React dapat digunakan untuk membangun aplikasi web, mobile, dan desktop, membuatnya menjadi framework yang serbaguna untuk pengembangan lintas platform. React Native, sebuah framework berbasis React, dirancang khusus untuk pengembangan aplikasi mobile, sementara React Desktop memungkinkan Anda membuat aplikasi desktop menggunakan teknologi web.
 

Fitur React.js

React.js memiliki beberapa fitur yang membuatnya lebih unggul dari library JavaScript lainnya. Berikut ini adalah fitur-fitur React.js yang berkontribusi pada pengembangan aplikasi mobile dan web.

1.    JSX
JSX adalah ekstensi sintaks JavaScript yang digunakan untuk membuat elemen React,js. Pengembang menggunakannya untuk menyematkan kode HTML dalam objek JavaScript. Karena JSX menerima expressions JavaScript yang valid dan penyematan fungsi, JSX dapat menyederhanakan struktur kode yang rumit.

JSX juga membantu menangkal serangan Cross-Site Scripting (XSS). Secara bawaan, React DOM mengonversi nilai yang disematkan di JSX menjadi string sebelum merendernya. Konsekuensinya, pihak ketiga tidak dapat menambahkan kode tambahan melalui input pengguna kecuali jika ditulis secara eksplisit di dalam aplikasi.

2.    Virtual DOM
Document Object Model (DOM) berfungsi untuk menampilkan halaman web dalam struktur data tree. React.js menyimpan pohon DOM Virtual di memori. Dengan hal tersebut, React.js dapat menerapkan pembaruan ke bagian tertentu dari data tree yang lebih cepat daripada merender ulang keseluruhan pohon DOM. Jika terdapat perubahan data, React.js akan menghasilkan pohon Virtual DOM baru dan membandingkannya dengan yang sebelumnya untuk menentukan cara tercepat untuk menerapkan perubahan di DOM asli. Proses ini dikenal sebagai diffing.

Dengan memastikan bahwa manipulasi UI hanya memengaruhi bagian tertentu dari pohon DOM yang sebenarnya, merender versi yang diperbarui membutuhkan waktu lebih sedikit dan menggunakan lebih sedikit sumber daya. Praktik ini sangat menguntungkan proyek besar dengan interaksi pengguna yang intens.

3.    Komponen dan Props
React.js membagi user interface menjadi potongan-potongan kode terisolasi yang dapat digunakan kembali yang dikenal sebagai komponen. Komponen React.js bekerja mirip dengan fungsi JavaScript karena menerima input bebas yang disebut properti atau props. Elemen React.js yang dikembalikan menentukan bagaimana user interface akan terlihat di mata klien.

4.    State Management
State adalah objek JavaScript yang mewakili bagian komponen. Itu berubah setiap kali pengguna berinteraksi dengan aplikasi dan merender user interface baru untuk modifikasi. State management mengacu pada pengelolaan status aplikasi React.js. Ini termasuk menyimpan data di library manajemen pihak ketiga dan memicu proses rendering ulang setiap kali data diubah.

State management library memfasilitasi komunikasi dan berbagi data antar komponen React.js. Beberapa State management library pihak ketiga tersedia saat ini, Redux dan Recoil adalah dua yang paling populer.

•    Redux
Redux state management library memiliki penyimpanan terpusat, yang membuat state tree aplikasi dapat diprediksi. Library juga mengurangi ketidaksetaraan data dengan mencegah dua komponen memperbarui status aplikasi secara bersamaan.

Arsitektur Redux mendukung pencatatan kesalahan (error logging) untuk memudahkan debugging dan memiliki metode pengorganisasian kode yang ketat, yang menyederhanakan pemeliharaan. Selain itu, Redux memiliki banyak sekali add-on dan kompatibel dengan semua lapisan user interface. Namun demikian, Redux cenderung kompleks dan oleh karena itu kurang optimal untuk aplikasi kecil dengan sumber data tunggal.

•    Recoil
Recoil adalah state management library JavaScript yang dikeluarkan oleh Facebook. Ini menggunakan fungsi murni yang disebut selector untuk menghitung data dari unit yang dapat diperbarui dari state yang dikenal sebagai atom. Beberapa komponen dapat menggunakan atom yang sama dan dengan demikian berbagi state.

Penggunaan atom dan selector mencegah adanya state yang redundan, menyederhanakan kode, dan menghilangkan re-render yang berlebihan pada React.js dan komponen turunannya. Recoil lebih disarankan bagi pemula dibandingkan dengan Redux karena konsep dasarnya lebih mudah dipahami.

5.    Programmatis Navigation (Navigasi Terprogram)
Navigasi terprogram mengacu pada situasi di mana baris kode menciptakan tindakan yang mengalihkan pengguna. Tindakan login dan pendaftaran, misalnya, secara programatik mengalihkan pengguna ke halaman-halaman baru. React Router merupakan ibrary standar React.js untuk routing, menyediakan berbagai cara untuk melakukan navigasi terprogram yang aman antara komponen-komponen tanpa memerlukan pengguna untuk mengklik tautan.

Menggunakan komponen Redirect adalah metode utama untuk navigasi terprogram, sementara pendekatan lain menggunakan history.push(). Secara singkat, paket React Router menyelaraskan user interface dengan URL, memberikan Anda kontrol atas tampilan aplikasi React.js tanpa bergantung pada tautan-tautan.
 

Kesimpulan

Jadi, React.js adalah framework dan open-source library JavaScript yang dikembangkan oleh Facebook. React.js cocok digunakan untuk membangun user interface yang interaktif pada website dan aplikasi mobile. Keunggulannya juga beragam misalnya mudah digunakan dan dipelajari. Selain itu juga terdapat fitur React.js yang membantu pengembang website atau aplikasi mobile.