Mengenal Istilah BOP (Biaya Overhead Pabrik) dan mengetahui Cara Menghitungnya

Saatnya Anda berkolaborasi dengan kami!

Hubungi Kami

Mengenal Istilah BOP (Biaya Overhead Pabrik) dan mengetahui Cara Menghitungnya

Setiap perusahan yang sedang menjalankan bisnis tentu akan terdapat berbagai jenis pengeluaran yang akan dikeluarkan oleh perusahaan tersebut dan overhead cost atau biaya overhead merupakan salah satu dari biaya pengeluaran yang akan perusahan bayarkan.

Biaya overhead pabrik merupakan biaya pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan guna keperluan yang tidak langsung di dalam kegiatan produksi. Tetapi untuk melancarkan aktivitas operasional perusahaan,  biaya ini harus tetap dianggarkan oleh perusahaan.

Pada umumnya biaya overhead pabrik dimiliki oleh seluruh perusahaan dan biaya ini biasanya dibuat oleh divisi pendukung produksi di dalam perusahaan tersebut. Biaya overhead pabrik jika dibandingkan dengan biaya lainnya tentu lebih kompleks biaya overhead pabrik. Karena setiap perusahaan satu dengan lainnya tentu berbeda beda karena setiap perusahan memiliki perhitungan biaya overhead pabrik nya masing masing. 

Meskipun perhitungan biaya overhead pabrik kompleks, biaya overhead pabrik terbilang sangat penting untuk perusahaan dikarenakan dengan membuat biaya overhead pabrik perusahaan dapat mengetahui detail pengeluaran biaya yang dilakukan oleh perusahan. Selain itu dengan membuat suatu biaya overhead pabrik juga dapat digunakan untuk penyusunan anggaran pengeluaran untuk periode yang akan datang sehingga pengeluaran akan lebih termanage dengan baik.

Dalam penentuan harga produk tentu menggunakan biaya overhead yang telah dikeluarkan oleh perusahan. Biaya overhead pabrik menjadi komponen terbentuknya suatu harga produk pada suatu perusahaan sehingga akan mendapatkan keuntungan yang diinginkan dan optimal. Untuk itu pada artikel ini akan dibahas tentang BOP itu sendiri dan juga cara menghitungnya.
 

Pengertian  BOP (Biaya Overhead Pabrik)

Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya produksi yang tidak dapat langsung diatribusikan ke produk atau jasa tertentu. Biaya overhead pabrik ini termasuk biaya yang berkaitan dengan penggunaan fasilitas pabrik, peralatan, dan bahan-bahan produksi yang tidak langsung terlibat dalam produksi produk tertentu.

Contoh biaya overhead pabrik antara lain: Biaya sewa atau hipotek pabrik, Gaji pegawai non-produksi seperti administrasi dan keamanan, Biaya listrik, air, dan gas, Perawatan dan perbaikan mesin dan peralatan, Biaya pengolahan data dan akuntansi, Biaya pemeliharaan bangunan dan fasilitas, Biaya asuransi.

Biaya overhead pabrik biasanya diperhitungkan dan dialokasikan ke produk dengan menggunakan metode costing seperti Activity-Based Costing (ABC), Traditional Costing, atau Hybrid Costing. Dengan mengalokasikan biaya overhead pabrik secara tepat, perusahaan dapat memperkirakan harga jual produk yang lebih akurat dan dapat memaksimalkan keuntungan mereka.
 

Sejarah Perkembangan Biaya Overhead Pabrik

Konsep biaya overhead pabrik atau factory overhead cost telah ada sejak era industri awal, di mana perusahaan-perusahaan mulai menggunakan mesin-mesin dan teknologi baru dalam produksi massal. Pada saat itu, biaya produksi tidak hanya terdiri dari bahan baku dan tenaga kerja, tetapi juga biaya-biaya tambahan yang terkait dengan penggunaan mesin dan peralatan, penggunaan fasilitas pabrik, serta biaya-biaya administratif yang terkait dengan produksi.

Pada awal abad ke-20, para akuntan mulai mengembangkan metode untuk menghitung biaya overhead pabrik secara sistematis dan terperinci. Salah satu metode yang dikembangkan adalah Activity-Based Costing (ABC), yang melibatkan identifikasi dan pengukuran biaya overhead pabrik berdasarkan aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam produksi. Metode ini telah menjadi populer di sektor manufaktur dan digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik secara akurat ke produk tertentu.

Dalam beberapa dekade terakhir, dengan berkembangnya teknologi informasi dan perangkat lunak akuntansi yang lebih canggih, perusahaan dapat memantau biaya overhead pabrik secara real-time dan dengan lebih akurat. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola biaya overhead pabrik dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan keuntungan dan daya saing mereka di pasar.

Jenis Biaya Overhead Pabrik

Berikut adalah beberapa jenis biaya overhead pabrik (BOP):

Biaya Overhead Tetap (Fixed Overhead Cost)
Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan tingkat produksi, seperti biaya sewa pabrik dan gaji pegawai tetap. Biaya ini per unit produk akan semakin kecil ketika volume produksi meningkat.

Biaya overhead tetap (fixed overhead cost) adalah jenis biaya overhead pabrik yang tidak berubah dalam jangka waktu tertentu atau tidak tergantung pada volume produksi atau jumlah produk yang dihasilkan. Biaya overhead tetap terdiri dari biaya-biaya yang terkait dengan operasi pabrik atau perusahaan yang tidak langsung terkait dengan produksi produk tertentu, tetapi diperlukan untuk menjalankan pabrik atau perusahaan secara keseluruhan.

Beberapa contoh biaya overhead tetap meliputi biaya sewa gedung pabrik, biaya perawatan fasilitas, biaya asuransi pabrik, biaya pengadaan peralatan produksi, dan biaya gaji karyawan manajerial dan administratif.

Karena biaya overhead tetap tidak tergantung pada volume produksi, maka biaya overhead tetap per unit produk akan semakin kecil ketika volume produksi meningkat. Sebaliknya, biaya overhead tetap per unit produk akan semakin besar ketika volume produksi menurun.

Pengelolaan biaya overhead tetap yang efektif dapat membantu perusahaan mengurangi biaya produksi per unit produk. Salah satu cara untuk mengurangi biaya overhead tetap adalah dengan meningkatkan volume produksi, sehingga biaya overhead tetap yang sama dapat dibagi oleh lebih banyak produk. Namun, meningkatkan volume produksi juga dapat meningkatkan biaya overhead variabel seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan dengan cermat pengelolaan biaya overhead tetap dan variabel untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan keuntungan perusahaan.

Biaya Overhead Variabel (Variable Overhead Cost)
Biaya yang berubah seiring dengan tingkat produksi, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya pemeliharaan mesin, dan biaya perawatan. Biaya overhead variabel ini umumnya dikenakan per unit produk dan meningkat seiring dengan volume produksi.

Biaya overhead variabel (variable overhead cost) adalah jenis biaya overhead pabrik yang berubah secara proporsional dengan volume produksi atau jumlah produk yang dihasilkan. Biaya overhead variabel meliputi biaya-biaya yang terkait langsung dengan produksi produk tertentu, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya-biaya operasional lainnya yang terkait dengan produksi.

Contoh biaya overhead variabel lainnya antara lain biaya perawatan mesin, biaya pengiriman, dan biaya packing. Biaya overhead variabel umumnya dikenakan per unit produk dan meningkat seiring dengan volume produksi. Artinya, semakin banyak produk yang diproduksi, semakin besar biaya overhead variabel per unit produk.

Manajemen biaya overhead variabel sangat penting dalam pengelolaan biaya produksi dan penentuan harga jual produk yang tepat. Perusahaan harus mempertimbangkan pengaruh biaya overhead variabel terhadap harga jual produk dan keuntungan perusahaan. Kenaikan biaya overhead variabel bisa saja diteruskan ke harga jual produk, namun jika harga jual produk sudah tinggi, maka kenaikan biaya overhead variabel bisa merugikan bisnis.

Perusahaan juga perlu memperhatikan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja langsung secara efisien agar biaya overhead variabel dapat diminimalkan. Misalnya, penggunaan bahan baku yang berlebihan atau tenaga kerja yang tidak efisien dapat meningkatkan biaya overhead variabel.

Oleh karena itu, manajemen biaya overhead variabel harus dijalankan dengan efektif dan efisien untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan keuntungan perusahaan.

Biaya Overhead Campuran (Mixed Overhead Cost)
Biaya yang terdiri dari unsur biaya overhead tetap dan variabel. Biaya ini sulit untuk diatribusikan ke satu jenis biaya overhead karena sifatnya yang campuran. Contoh biaya overhead campuran adalah biaya listrik dan gas, biaya perawatan mesin, dan biaya perbaikan fasilitas.

Biaya overhead campuran (mixed overhead cost) adalah jenis biaya overhead pabrik yang merupakan kombinasi dari biaya overhead tetap dan variabel. Biaya overhead campuran terdiri dari biaya-biaya overhead yang tidak sepenuhnya tetap atau sepenuhnya variabel, tetapi memiliki elemen dari kedua jenis biaya tersebut.

Contoh biaya overhead campuran adalah biaya gaji karyawan produksi, yang mungkin terdiri dari komponen gaji tetap dan variabel. Misalnya, gaji karyawan tetap yang bekerja di lini produksi adalah biaya overhead tetap, sedangkan biaya insentif karyawan yang tergantung pada jumlah produk yang diproduksi adalah biaya overhead variabel.

Manajemen biaya overhead campuran sangat penting dalam pengelolaan biaya produksi dan penentuan harga jual produk yang tepat. Perusahaan harus memperhitungkan komponen biaya overhead tetap dan variabel untuk mengoptimalkan biaya produksi dan keuntungan perusahaan.

Salah satu cara untuk mengelola biaya overhead campuran adalah dengan mengidentifikasi elemen biaya overhead yang tergolong tetap dan variabel. Setelah itu, perusahaan dapat memisahkan elemen-elemen tersebut dan mengelola biaya overhead tetap dan variabel secara terpisah.

Pengelolaan biaya overhead campuran yang efektif dapat membantu perusahaan mengurangi biaya produksi per unit produk. Perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja untuk mengurangi biaya overhead variabel, dan mempertahankan biaya overhead tetap yang efisien untuk menjaga keuntungan perusahaan.

Biaya Overhead Kapasitas (Capacity-Related Overhead Cost)
Biaya yang terkait dengan kapasitas produksi pabrik, seperti biaya investasi dan perawatan mesin, dan biaya perbaikan fasilitas. Biaya overhead kapasitas ini tidak langsung berhubungan dengan produksi produk tertentu, tetapi tetap harus ditanggung oleh perusahaan. Biaya overhead kapasitas ini seringkali dianggap sebagai biaya overhead tetap.

Biaya overhead kapasitas (capacity overhead cost) adalah jenis biaya overhead pabrik yang terkait dengan kapasitas produksi atau kapasitas mesin atau fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan. Biaya overhead kapasitas meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mempertahankan kemampuan produksi yang ada, seperti biaya penyusutan mesin, biaya sewa fasilitas produksi, dan biaya pemeliharaan mesin.

Biaya overhead kapasitas tergantung pada kapasitas produksi maksimum perusahaan, dan umumnya dihitung sebagai biaya overhead tetap. Artinya, biaya overhead kapasitas tidak berubah seiring dengan jumlah produk yang diproduksi atau volume produksi, melainkan berubah hanya ketika perusahaan menambah atau mengurangi kapasitas produksi.

Manajemen biaya overhead kapasitas sangat penting dalam pengelolaan biaya produksi dan penentuan harga jual produk yang tepat. Perusahaan harus memperhatikan biaya overhead kapasitas dalam perencanaan produksi dan pengelolaan inventaris, serta dalam menentukan harga jual produk yang tepat.

Pengurangan biaya overhead kapasitas dapat dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan kapasitas produksi yang lebih efisien. Misalnya, perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan mesin atau fasilitas produksi yang lebih efisien atau mengurangi biaya penyusutan mesin dengan melakukan perawatan secara teratur.

Oleh karena itu, manajemen biaya overhead kapasitas harus dijalankan dengan efektif dan efisien untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan keuntungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan biaya overhead kapasitas dalam perencanaan produksi dan pengelolaan inventaris, serta dalam menentukan harga jual produk yang tepat.

Biaya Overhead Administratif (Administrative Overhead Cost)
Biaya overhead yang terkait dengan administrasi dan manajemen perusahaan, seperti biaya gaji manajemen, biaya asuransi, biaya pengolahan data, dan biaya perpajakan. Biaya overhead administratif ini umumnya tidak terkait langsung dengan produksi produk tertentu, tetapi masih menjadi bagian dari biaya overhead pabrik.

Biaya overhead administratif (administrative overhead cost) adalah jenis biaya overhead yang terkait dengan biaya-biaya administratif dan umum dalam sebuah perusahaan. Biaya overhead administratif meliputi biaya-biaya seperti biaya gaji dan tunjangan karyawan bagian administratif, biaya sewa kantor, biaya listrik dan air, biaya telepon, biaya asuransi, biaya pajak, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan operasional administratif perusahaan.

Berbeda dengan biaya overhead pabrik yang terkait dengan produksi barang atau jasa, biaya overhead administratif tidak terkait langsung dengan produksi barang atau jasa. Namun, biaya overhead administratif tetap dibutuhkan untuk menjalankan operasional perusahaan dan mendukung kegiatan produksi.

Manajemen biaya overhead administratif sangat penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Perusahaan harus memperhitungkan biaya overhead administratif dalam perencanaan keuangan dan anggaran, serta dalam pengambilan keputusan bisnis yang strategis.

Pengelolaan biaya overhead administratif yang efektif dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan keuntungan. Perusahaan dapat mengurangi biaya overhead administratif dengan mempertimbangkan penggunaan teknologi dan sistem informasi yang lebih efisien, penggunaan alat dan perangkat kantor yang lebih hemat energi, dan mengoptimalkan manajemen inventaris dan aset perusahaan.

Dalam hal ini, manajemen biaya overhead administratif harus dijalankan dengan efektif dan efisien untuk memaksimalkan efisiensi operasional dan keuntungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan biaya overhead administratif dalam perencanaan keuangan dan anggaran, serta dalam pengambilan keputusan bisnis yang strategis.

Penentuan jenis biaya overhead pabrik yang tepat dan pengalokasiannya ke produk yang tepat sangat penting dalam pengelolaan biaya produksi dan penentuan harga jual produk yang tepat.
 

Manfaat Dari Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Biaya overhead pabrik memiliki berbagai manfaat bagi perusahaan, di antaranya:

Menentukan harga jual produk yang tepat
Dengan memperhitungkan biaya overhead pabrik dalam harga jual produk, perusahaan dapat menentukan harga jual yang tepat dan menghindari kerugian karena harga jual yang terlalu rendah atau kehilangan pelanggan karena harga jual yang terlalu tinggi.

Menentukan harga jual produk yang tepat sangat penting bagi keberhasilan bisnis, karena harga jual yang tidak tepat dapat menyebabkan kerugian atau kehilangan pelanggan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu perusahaan menentukan harga jual produk yang tepat dengan memperhitungkan biaya overhead pabrik:

Pertama, perusahaan harus menghitung biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (termasuk biaya overhead tetap dan variabel).

Selanjutnya, perusahaan harus menentukan margin keuntungan yang diinginkan. Margin keuntungan adalah selisih antara harga jual dan biaya produksi. Perusahaan harus mempertimbangkan margin keuntungan yang realistis untuk bisnis mereka dan membandingkan dengan industri atau pesaing.

Setelah mengetahui biaya produksi dan margin keuntungan yang diinginkan, perusahaan dapat menghitung harga jual dengan cara membagi biaya produksi dengan persentase margin keuntungan yang diinginkan. Contohnya, jika biaya produksi suatu produk adalah Rp 10.000 dan perusahaan ingin memiliki margin keuntungan 30%, maka harga jualnya adalah Rp 10.000 / (1 - 0,3) = Rp 14.285,71.

Terakhir, perusahaan harus meninjau kembali harga jual yang dihitung untuk memastikan bahwa harga jual yang ditetapkan cukup untuk menutup biaya produksi dan memberikan keuntungan yang diinginkan. Jika harga jual terlalu tinggi, perusahaan mungkin kehilangan pelanggan. Sebaliknya, jika harga jual terlalu rendah, perusahaan mungkin mengalami kerugian.

Dalam menentukan harga jual produk yang tepat, perusahaan harus memperhitungkan biaya overhead pabrik dan melakukan perhitungan dengan hati-hati agar dapat menetapkan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi dan margin keuntungan yang diinginkan.

Membantu dalam perencanaan anggaran
Biaya overhead pabrik dapat membantu dalam perencanaan anggaran karena biaya overhead pabrik merupakan bagian penting dari biaya produksi yang perlu dipertimbangkan dalam membuat anggaran. Perencanaan anggaran yang baik dapat membantu perusahaan untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif dan efisien, serta membantu perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Dalam perencanaan anggaran, perusahaan dapat menggunakan biaya overhead pabrik untuk memperkirakan biaya produksi dan mengalokasikan anggaran dengan tepat. Biaya overhead pabrik dapat dihitung berdasarkan biaya tetap dan variabel, dan dapat dianggarkan secara terpisah untuk setiap jenis biaya.

Dalam mengalokasikan anggaran, perusahaan dapat menggunakan data biaya overhead pabrik yang telah dihitung sebelumnya untuk membuat rencana anggaran yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Perusahaan dapat membandingkan anggaran dengan realisasi biaya overhead pabrik yang sebenarnya untuk menilai kinerja bisnis mereka dan membuat penyesuaian jika diperlukan.

Dengan menggunakan biaya overhead pabrik dalam perencanaan anggaran, perusahaan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, menghindari biaya yang tidak perlu, dan meningkatkan efisiensi produksi mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas mereka dan mencapai tujuan bisnis mereka dengan lebih baik.

Meningkatkan efisiensi produksi
Biaya overhead pabrik dapat mempengaruhi efisiensi produksi karena biaya overhead pabrik merupakan biaya produksi yang tidak langsung terkait dengan bahan baku atau tenaga kerja langsung. Dalam meningkatkan efisiensi produksi, perusahaan dapat melakukan beberapa hal berikut:

Pertama-tama, perusahaan dapat menganalisis biaya overhead pabrik dan mengidentifikasi biaya overhead yang tidak efisien atau tidak perlu. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk memperbaiki dan mengurangi biaya overhead pabrik yang tidak perlu.

Selanjutnya, Perusahaan dapat mengevaluasi sistem produksi dan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki alur produksi, meminimalkan waktu tunggu, atau mengurangi jumlah persediaan.

Setelah itu perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Contohnya, dengan menggunakan mesin produksi otomatis yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi dalam jangka panjang.

Yang Perlu dilakukan di akhir yaitu Pelatihan karyawan tentang teknik produksi yang lebih efisien juga dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi. Karyawan yang terlatih dapat meningkatkan kualitas produk dan mengurangi biaya overhead pabrik.

Dengan mengurangi biaya overhead pabrik dan meningkatkan efisiensi produksi, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas mereka dan bersaing dengan lebih baik di pasar. Oleh karena itu, perusahaan harus terus memantau biaya overhead pabrik dan melakukan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi produksi mereka.

Meningkatkan akurasi pengambilan keputusan
Biaya overhead pabrik membantu perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat dan akurat. Dengan mempertimbangkan biaya overhead pabrik, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan menghindari kesalahan pengambilan keputusan yang mahal.

Dengan menggunakan data biaya overhead pabrik dalam pengambilan keputusan, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan mereka dan menghindari keputusan yang salah atau tidak efektif. Hal ini dapat membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan profitabilitas mereka dalam jangka panjang.

Menghindari penggunaan sumber daya yang tidak efisien
Perhitungan biaya overhead pabrik dapat membantu perusahaan menghindari penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Dalam perhitungan biaya overhead pabrik, biaya overhead pabrik yang dikeluarkan dihitung dan dialokasikan ke setiap produk yang dihasilkan berdasarkan basis alokasi yang dipilih. Basis alokasi yang tepat akan membantu perusahaan menentukan tingkat overhead pabrik yang sesuai dengan setiap produk yang dihasilkan.

Dengan mengetahui biaya overhead pabrik yang sesungguhnya, perusahaan dapat mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya seperti mesin, tenaga kerja, dan bahan baku dalam produksi. Perusahaan dapat mengetahui mana sumber daya yang tidak efisien dalam produksi dan melakukan perbaikan atau penghematan biaya di area tersebut.

Selain itu, perusahaan juga dapat mengidentifikasi produk-produk yang tidak efisien dalam penggunaan sumber daya. Dengan mengetahui biaya overhead pabrik yang dialokasikan ke setiap produk, perusahaan dapat mengetahui produk yang menghasilkan biaya overhead pabrik yang tinggi dan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk tersebut. Dalam hal ini, perusahaan dapat melakukan perbaikan atau penghapusan produk yang tidak efisien dalam penggunaan sumber daya.

Dengan demikian, perhitungan biaya overhead pabrik dapat membantu perusahaan menghindari penggunaan sumber daya yang tidak efisien dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.

Dalam hal ini, manajemen biaya overhead pabrik harus dijalankan dengan efektif dan efisien untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan keuntungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan biaya overhead pabrik dalam perencanaan produksi dan pengelolaan inventaris, serta dalam menentukan harga jual produk yang tepat.
 

Perhitungan Biaya Overhead Pabrik

Perhitungan biaya overhead pabrik dapat dilakukan dengan menggunakan metode akuntansi yang disebut sebagai metode alokasi biaya overhead pabrik. Metode ini melibatkan beberapa tahap sebagai berikut:

Menentukan basis alokasi
Basis alokasi adalah ukuran yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik ke produk yang dihasilkan. Contoh basis alokasi adalah jam kerja langsung, biaya bahan baku, dan jumlah unit produksi. Basis alokasi harus dipilih dengan hati-hati agar hasil alokasi sesuai dengan biaya yang sesungguhnya.

Menghitung biaya overhead pabrik yang dikeluarkan
Biaya overhead pabrik terdiri dari biaya overhead tetap dan variabel. Biaya overhead tetap adalah biaya overhead yang tidak berubah meskipun produksi meningkat atau menurun, sedangkan biaya overhead variabel berubah tergantung pada volume produksi. Keduanya harus dihitung dan diakumulasi untuk periode tertentu, seperti satu bulan atau satu tahun.

Menghitung tingkat overhead pabrik
Tingkat overhead pabrik adalah biaya overhead pabrik per unit basis alokasi. Misalnya, jika biaya overhead pabrik adalah Rp 100.000 dan basis alokasi adalah 1.000 jam kerja langsung, maka tingkat overhead pabrik adalah Rp 100 per jam kerja langsung.

Mengalokasikan biaya overhead pabrik ke produk
Setelah menentukan basis alokasi, biaya overhead pabrik yang dikeluarkan dapat dialokasikan ke setiap produk yang dihasilkan dengan menggunakan basis alokasi dan tingkat overhead pabrik. Misalnya, jika basis alokasi adalah jam kerja langsung dan produk A memerlukan 5 jam kerja langsung dan produk B memerlukan 10 jam kerja langsung, maka biaya overhead pabrik untuk produk A akan dihitung sebagai 5 jam x Rp 100 = Rp 500 dan biaya overhead pabrik untuk produk B akan dihitung sebagai 10 jam x Rp 100 = Rp 1.000.

Dengan melakukan perhitungan biaya overhead pabrik yang akurat, perusahaan dapat mengetahui biaya produksi yang sesungguhnya dan menetapkan harga jual produk yang tepat. Selain itu, perusahaan juga dapat memperkirakan keuntungan dan mengambil keputusan yang lebih baik terkait dengan produksi dan penjualan produk.