Mengenal istilah Asset Turnover Ratio Beserta Rumusnya

Saatnya Anda berkolaborasi dengan kami!

Hubungi Kami

Mengenal istilah Asset Turnover Ratio Beserta Rumusnya

Suatu perusahaan yang sedang mengoperasikan sebuah bisnis tentu mereka memiliki aset-aset dimana aset tersebut akan dipakai oleh perusahaan agar dapat memperoleh pendapatan dalam penjualannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan yang memiliki aset berusaha untuk memperoleh penjualan sebanyak banyaknya. Jika pendapatan yang didapatkan perusahaan semakin banyak dan meningkat maka kinerja keuangan yang ada pada perusahaan tersebut semakin baik pula.

Aset adalah sumber daya yang dimiliki bisnis dan bersedia digunakan untuk pendapatan. Dalam konteks ini, terdapat istilah return on investment yang menggambarkan seberapa efisien suatu perusahaan menggunakan asetnya.

Seperti yang Anda ketahui, ada kalanya sebuah perusahaan telah membeli sebuah aset namun tidak sepenuhnya memanfaatkannya. Semakin efisien perusahaan mengelola dan menggunakan asetnya, semakin banyak pendapatan yang dapat dihasilkannya.

Oleh karena itu, artikel berikut ini akan membahas lebih dalam mengenai pengertian rasio perputaran nilai, bentuk perhitungannya, informasi yang diperoleh dari hasil perhitungan dan kegunaan perhitungan tersebut. 
 

Pengertian Asset Turnover Ratio

Perputaran investasi total atau perputaran aset adalah bagian dari tingkat aktivitas. Tingkat aktivitas itu sendiri digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan sumber daya organisasi.

Tingkat aktivitas juga mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk melakukan operasi sehari-hari. Selain total perputaran investasi, tingkat aktivitas meliputi perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran modal kerja dan perputaran aset tetap.

Jadi berapa total perputaran investasi? Pada dasarnya, Total Asset Turnover merupakan metrik yang mengukur pendapatan yang dapat dihasilkan untuk setiap rupiah yang ditenggelamkan dalam total aset perusahaan.
Berikut adalah pengertian asset turnover ratio menurut beberapa ahli:

Menurut Investopedia, asset turnover ratio adalah rasio yang mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari setiap dolar yang diinvestasikan dalam aset.

Menurut Accounting Tools, asset turnover ratio adalah rasio keuangan yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan.

Menurut MyAccountingCourse, asset turnover ratio adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan dengan menggunakan aset yang dimiliki.

Menurut Quickbooks, asset turnover ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan.

Secara umum, asset turnover ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan. Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien dan efektif perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan pendapatan.

Singkatnya, perputaran investasi atau total aset adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan berdasarkan total asetnya. 

Perkembangan Asset Turnover Ratio

Asset Turnover Rasio ini telah digunakan oleh para analis keuangan dan akuntan selama beberapa dekade terakhir.
Salah satu alasan mengapa asset turnover ratio menjadi populer adalah karena rasio ini memberikan pandangan yang luas tentang kinerja perusahaan. Rasio ini dapat memberikan informasi tentang seberapa efisien perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan penjualan, yang merupakan indikator penting dari keberhasilan bisnis.

Selain itu, asset turnover ratio juga membantu investor dan kreditor dalam mengukur risiko investasi atau pemberian kredit kepada perusahaan. Rasio ini dapat memberikan petunjuk tentang kinerja operasional perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar hutang.

Dalam perkembangannya, asset turnover ratio tidak hanya digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga digunakan untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan industri sejenis atau dengan perusahaan pesaing. Dengan cara ini, investor dan kreditor dapat mengevaluasi seberapa baik perusahaan berkinerja dibandingkan dengan pesaingnya, dan apakah perusahaan layak untuk diinvestasikan atau dipercayakan sebagai pemberi kredit.

Manfaat Asset Turnover Ratio

Dalam penerapan Asset turnover ratio tentu suatu perusahaan perlu mempertimbangakan manfaat apa saja yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut jika menerapkan atau menggunakan asset turnover ratio ini untuk itu berikut manfaat atau keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan jika menerapkan asset turnover ratio ini:

Mengukur efisiensi penggunaan aset
Asset turnover ratio membantu mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan. Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya, dan semakin banyak penjualan atau pendapatan yang dihasilkan dari setiap dolar yang diinvestasikan dalam aset.

Menilai efektivitas strategi bisnis
Asset turnover ratio dapat membantu mengevaluasi efektivitas strategi bisnis perusahaan. Rasio ini dapat memberikan petunjuk tentang seberapa baik perusahaan dalam mengelola asetnya untuk mencapai tujuan bisnisnya, dan apakah perusahaan memiliki model bisnis yang sukses atau tidak.

Membandingkan kinerja perusahaan
Asset turnover ratio juga dapat digunakan untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaingnya atau dengan industri sejenis. Dengan membandingkan rasio ini, investor dan analis dapat mengevaluasi seberapa baik perusahaan dalam mengelola asetnya dibandingkan dengan pesaingnya.

Membantu dalam pengambilan keputusan investasi
Asset turnover ratio dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi. Investor dapat menggunakan rasio ini sebagai indikator kinerja perusahaan dan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien perusahaan, dan semakin menarik bagi investor untuk diinvestasikan.

Memperbaiki kinerja perusahaan
Jika asset turnover ratio perusahaan rendah, maka perusahaan dapat menggunakan rasio ini sebagai sinyal untuk memperbaiki kinerja operasionalnya. Dengan meningkatkan efisiensi penggunaan asetnya, perusahaan dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan nilai asset turnover rationya.

Dengan menggunakan atau menerapkan asset turnover ratio ini tentu perusahaan mendapatkan banyak manfaat diantaranya seperti dijelaskan di atas, Namun selain manfaat diatas tentu masih banyak manfaat lainnya yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut dan manfaat tersebut akan dirasakan oleh perusahaan jika sudah menerapkan dan menggunakan asset turnover ratio ini.

Tujuan Asset Turnover Ratio

Tujuan dari Asset Turnover Ratio adalah untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Dengan menggunakan rasio ini, investor dan analis keuangan dapat mengevaluasi seberapa baik perusahaan dalam mengelola asetnya, dan apakah perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar hutangnya. Dalam hal ini, asset turnover ratio dapat memberikan indikasi tentang seberapa baik perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Selain itu, asset turnover ratio juga dapat membantu perusahaan dalam mengukur kemajuan kinerja operasionalnya. Dalam hal ini, rasio ini dapat digunakan untuk memantau kinerja perusahaan dari waktu ke waktu, dan membantu perusahaan dalam mengevaluasi efektivitas strategi bisnis dan taktik operasionalnya.

Secara umum, tujuan dari Asset Turnover Ratio adalah untuk membantu investor dan analis keuangan dalam mengevaluasi efisiensi dan efektivitas penggunaan aset oleh perusahaan, dan membantu perusahaan dalam memantau kinerja operasionalnya dari waktu ke waktu.

Rumus Total Asset Turnover Ratio

Dalam perhitungan perputaran total asset itu cukup mudah sebab rumus total untuk asset turnover ratio sudah tersedia rumusnya, disini kalian hanya perlu memasukkan data yang diinginkan dalam rumus ini. Rumus untuk menghitung Total Asset Turnover Ratio adalah sebagai berikut:

“Total Asset Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Total Aset”

Di mana:
Penjualan Bersih = Pendapatan atau penjualan total dikurangi dengan potongan, pengembalian, dan retur
Total Aset = Jumlah semua aset yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir periode laporan keuangan, termasuk aset lancar dan tetap.

Dengan menggunakan rumus ini, investor dan analis keuangan dapat mengukur seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Semakin tinggi nilai suatu asset turnover rationya maka akan semakin cepat perputaran aktiva dan perolehan laba. Pada hal ini, suatu perusahaan dapat dianggap telah efisien dalam penggunaan semua keseluruhan aktiva pada penghasilan penjualan.

Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Sebaliknya, semakin rendah rasio ini, semakin tidak efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Bisa disimpulkan jika nilai asset turnover ratio yang baik yaitu yang memiliki nilai ratio yang semakin besar bila dibandingkan dengan industri sejenis.

Faktor Yang Mempengaruhi Asset Turnover Ratio

Dalam mengimplementasikan asset turnover ratio tentu terdapat faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan asset turnover ratio jika diimplementasikan dalam sebuah perusahaan, Nah berikut faktor yang dapat mempengaruhi asset turnover ratio antara lain :

Jenis Industri
Faktor ini dapat mempengaruhi rasio asset turnover karena beberapa industri memerlukan investasi yang lebih besar dalam aset fisik, seperti pabrik atau mesin, untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan. Sebaliknya, industri dengan aset yang lebih sedikit, seperti perusahaan teknologi, mungkin memiliki rasio asset turnover yang lebih tinggi.

Tingkat Persediaan
Tingkat persediaan dapat mempengaruhi rasio asset turnover karena persediaan dianggap sebagai bagian dari aset perusahaan. Semakin tinggi tingkat persediaan, semakin rendah rasio asset turnover. Hal ini karena perusahaan harus menggunakan lebih banyak aset untuk memproduksi barang dan menjualnya.

Penggunaan Aset
Cara perusahaan menggunakan asetnya juga dapat mempengaruhi rasio asset turnover. Jika perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dari aset yang dimilikinya, maka rasio asset turnover akan lebih tinggi. Sebaliknya, jika perusahaan tidak dapat menggunakan asetnya secara efektif, maka rasio asset turnover akan lebih rendah.

Siklus Penjualan
Faktor ini dapat mempengaruhi rasio asset turnover karena perusahaan yang memiliki siklus penjualan yang cepat, di mana mereka dapat mengubah aset menjadi pendapatan dengan cepat, akan memiliki rasio asset turnover yang lebih tinggi. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki siklus penjualan yang lambat, di mana mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengubah aset menjadi pendapatan, akan memiliki rasio asset turnover yang lebih rendah.

Sifat Kontrak
Sifat kontrak dalam bisnis juga dapat mempengaruhi rasio asset turnover. Jika perusahaan terikat dengan kontrak jangka panjang, maka aset yang dimiliki oleh perusahaan mungkin tidak menghasilkan pendapatan yang diharapkan dalam waktu yang singkat, dan oleh karena itu rasio asset turnover akan lebih rendah.

Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi rasio asset turnover, dan oleh karena itu penting bagi investor dan analis keuangan untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini saat mengevaluasi rasio asset turnover perusahaan.