Mengapa UX Writing Penting? Tingkatkan Konversi Bisnis Anda Sekarang!

Saatnya Anda berkolaborasi dengan kami!

Hubungi Kami

Mengapa UX Writing Penting? Tingkatkan Konversi Bisnis Anda Sekarang!

Apa Itu UX Writing

UX Writing merupakan proses menulis teks untuk berbagai antarmuka digital, seperti aplikasi, situs web, dan perangkat lunak. UX writing memiliki tujuan untuk membantu pengguna menggunakan fitur dan mencapai tujuan mereka dengan lebih mudah. Ini dicapai melalui panduan yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami yang diberikan melalui teks yang disusun dengan cermat.

Penulisan UX berbeda dari gaya penulisan lain karena penekanan utamanya pada pengalaman pengguna. Setiap kata atau pesan yang disampaikan dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kepuasan pengguna saat berinteraksi dengan sistem digital. Berbagai elemen teks antarmuka, termasuk label tombol, menu navigasi, pesan kesalahan (error), dan petunjuk langkah demi langkah yang membantu pengguna menyelesaikan tugas tertentu, dibahas dalam penulisan ini.

Menyederhanakan informasi yang kompleks menjadi komunikasi yang relevan dan mudah dicerna adalah keahlian utama dalam menulis UI. Writer harus dapat menyampaikan instruksi dengan cara yang tidak hanya praktis tetapi juga menyenangkan dan relevan. Sangat penting untuk memahami perilaku, preferensi, dan kebiasaan pengguna. Setiap teks harus disesuaikan dengan keadaan pengguna tertentu sambil tetap menggambarkan tujuan dan harapan pengguna.

Dalam kenyataannya, penulisan UI tidak dapat berdiri sendiri. Untuk memastikan bahwa teks yang dihasilkan konsisten dengan desain visual dan fungsi produk, serta dengan pengalaman pengguna yang kohesif dan terintegrasi, penulis harus bekerja sama dengan tim desainer UX, developer, dan stakeholder lainnya.

Untuk memastikan bahwa produk digital memberikan nilai yang optimal kepada pengguna, menciptakan interaksi yang mudah dipahami, dan mendorong pengguna untuk kembali menggunakan produk di masa mendatang, penulisan pengalaman pengguna (UX) sangat penting dengan pendekatan yang terarah.

 

Mengapa UX Writing Penting untuk Bisnis Anda?

Untuk bisnis, penulisan UX berfokus pada membuat pengalaman pengguna yang mudah dan mudah dipahami. UX Writing memastikan pengguna dapat navigasi website atau aplikasi Anda tanpa kebingungan dengan membuat teks yang jelas, singkat, dan mudah diikuti. Misalnya, instruksi yang tidak jelas atau tombol yang membingungkan dapat menyebabkan pengguna salah langkah, menghambat proses pembelian, dan menurunkan konversi. Dengan menulis UI yang efektif, Anda dapat membantu pengguna mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat, meningkatkan kepuasan pengguna, dan mengurangi kegagalan transaksi.

Selain itu, penulisan UX membantu menghubungkan merek dengan pengguna melalui teks yang secara konsisten menggambarkan nilai dan identitas merek. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan harapan pengguna, Anda dapat menulis pesan yang lebih tepat sasaran yang mempermudah pemahaman mereka tentang barang atau jasa yang ditawarkan. Hal ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna tetapi juga mendorong penjualan lebih banyak dan loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya akan membantu bisnis Anda berkembang.

 

Peran Penulisan UX Dalam Penciptaan Produk

Meningkatkan Keterlibatan Pengguna (Engagement User): Penulisan UX sangat penting untuk membangun hubungan yang efektif antara produk digital dan penggunanya. Pengguna dapat lebih mudah memahami fungsi suatu barang atau jasa dengan memilih kata-kata yang strategis dan menyampaikan pesan yang jelas. Pemahaman yang lebih baik ini meningkatkan pengalaman pengguna, meningkatkan rasa percaya mereka, dan mendorong mereka untuk terus berinteraksi dengan produk. Pada akhirnya, ini menghasilkan peningkatan keterlibatan pengguna, dimana pengguna merasa terhubung dengan produk, dan peningkatan kemungkinan pelanggan untuk tetap setia terhadap produk.

Mengurangi Kemungkinan Kesalahan dalam Penggunaan: Salah satu tujuan utama penulisan UI adalah memastikan bahwa pengguna dapat menjalani proses penggunaan produk atau layanan dengan lancar. Dengan memberikan petunjuk yang sederhana, jelas, dan tepat sasaran, penulisan UI membantu mengarahkan pengguna dalam setiap langkah atau tindakan yang perlu dilakukan. Hal ini secara signifikan mengurangi kemungkinan kesalahan atau kebingungan pengguna. Oleh karena itu, interaksi pengguna dengan produk menjadi lebih mudah dipahami, lebih efektif, dan kurang frustasi. Pada akhirnya, pengalaman pengguna secara keseluruhan menjadi lebih baik.

Mendukung Konsistensi Identitas Merek: Teks di antarmuka produk digital sebenarnya merupakan bagian dari ekspresi identitas merek. Oleh karena itu, penulisan UI yang selaras dengan gaya dan karakter merek dapat membantu meningkatkan persepsi merek pengguna. Misalnya, jika digunakan secara teratur, nada tulisan yang ramah, formal, atau humoris akan menunjukkan nilai-nilai merek yang ingin disampaikan kepada audiens. Dengan cara ini, penulisan pengalaman pengguna (UX) meningkatkan kesan pengguna dan ikatan emosional mereka terhadap merek.

Meningkatkan Konversi dan Kepuasan Pelanggan: Dengan Komunikasi yang jelas, persuasif, dan dirancang dengan baik dapat menarik pelanggan untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti mendaftar akun, menyelesaikan pembelian, atau mencoba fitur baru. Writing UX dapat meningkatkan tingkat konversi secara signifikan dengan membantu pengguna memahami manfaat dari tindakan yang mereka ambil. Selain itu, penulisan UI meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mengurangi tantangan atau masalah yang mungkin dihadapi selama penggunaan produk. Pelanggan yang merasa puas cenderung menjadi lebih setia terhadap barang atau jasa tertentu, yang menghasilkan hubungan jangka panjang dengan merek.

Mengurangi Beban dan Biaya Customer Support: Ketika fungsi dan fitur produk dijelaskan dengan baik melalui tulisan UX, jumlah keluhan, keluhan, atau permintaan bantuan pengguna dapat dikurangi. Pengguna lebih jarang bingung atau memerlukan bantuan dari tim customer support karena panduan yang jelas dan mudah dipahami. Ini berdampak pada efisiensi operasional perusahaan selain mengurangi beban kerja tim. Sumber daya manusia dapat dialokasikan untuk tujuan lain yang lebih strategis, sementara biaya yang biasanya dialokasikan untuk menangani masalah pengguna dapat ditekan.

Writing user experience (UX) menjadi komponen yang sangat penting dalam membuat produk digital yang fungsional dan memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan.

 

Skil yang Harus Dimiliki Oleh UX Writing

Untuk menjadi penulis UX yang sukses, Anda harus memiliki banyak keterampilan yang berbeda yang membantu Anda membuat konten yang efektif dan relevan bagi pengalaman pengguna. Selain berfokus pada penulisan, pekerjaan ini membutuhkan kerja sama tim, pemahaman yang kuat tentang perilaku pengguna, dan adaptasi terhadap tren desain dan teknologi yang terus berubah. Seorang penulis UX  memiliki kemampuan berikut di bawah ini;

  1. Penguasaan Bahasa yang Solid dengan Tata Bahasa yang Benar Kemampuan: Menggunakan bahasa dengan benar dan efisien adalah dasar utama penulisan UX. Penguasaan tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat yang baik memastikan bahwa pengguna dapat memahami teks dengan mudah tanpa keraguan. Pengalaman pengguna yang positif dan mencegah kebingungan selama interaksi dengan produk digital memerlukan pesan yang jelas, ringkas, dan bebas dari kesalahan.
  2. Mempunyai Empati Terhadap Pengguna dan Berorientasi Pada Kebutuhan Pengguna: Seorang penulis UX yang memiliki empati mendalam terhadap pengguna dan berorientasi pada kebutuhan mereka dapat melihat produk dari sudut pandang pengguna. Mereka harus memahami keinginan, kebutuhan, dan hambatan pengguna untuk membuat teks yang benar-benar bermanfaat dan relevan. UX Writer dapat membuat konten yang menunjukkan kepedulian terhadap pengalaman dan kenyamanan pengguna selain informasi.
  3. Komunikasi Efektif dan Memotivasi Tindakan: Penulisan UX bergantung pada kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang jelas, langsung ke sasaran, dan persuasif. Teks yang ditulis harus memotivasi pengguna untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti mengisi pendaftaran, mencoba fitur baru, atau menyelesaikan transaksi. Komunikasi yang efektif membuat pengguna merasa lebih yakin dan termotivasi untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan.
  4. Memahami Desain dan Elemen Produk Digital: Penulis UX harus memahami desain produk digital, termasuk antarmuka pengguna (UI), arsitektur informasi, dan alur pengguna. Selain itu, mereka harus memahami bagaimana prinsip desain digunakan untuk membuat pengalaman yang intuitif. Dengan pengetahuan ini, UX Writer dapat menyesuaikan teks mereka agar sesuai dengan konteks visual dan keseluruhan fungsionalitas produk, memastikan komunikasi yang kohesif antara elemen teks dan desain.
  5. Kemampuan Menyesuaikan Konten Berdasarkan Tahap Pengalaman Pengguna: Pengguna biasanya berada di tahap eksplorasi, transaksi, atau pengelolaan pasca-pembelian. Di setiap tahap ini, seorang penulis UX harus dapat menyesuaikan nada dan gaya teks untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Mereka membantu membuat perjalanan pengguna lebih lancar dan menyenangkan dengan menulis teks yang relevan, informatif, dan kontekstual.
  6. Fleksibilitas dan Mampu Beradaptasi dengan Perubahan: Dunia digital bergerak cepat, dengan teknologi, tren desain, dan kebutuhan pengguna yang terus berubah. Untuk menjadi penulis UX yang sukses, penulis harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ini, belajar tentang teknologi baru, dan mengubah pendekatan mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar. Mereka dapat terus membuat konten yang mendukung pengalaman pengguna dengan menggunakan adaptasi yang baik.
  7. Memiliki Kreativitas Dalam Menyusun Pesan yang Menarik dan Berkesan: Kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk membuat replika yang menarik dan mudah diingat. Kreatifitas ini berarti menulis dengan cara yang menarik dan membuat informasi yang kompleks menjadi mudah dipahami. Pesan yang inovatif dan kreatif dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih baik antara produk dan penggunanya dalam penulisan UX.
  8. Kemampuan untuk Mendengarkan dan Mengendalikan Kritik: Seorang penulis UX sering menerima saran dan kritik dari berbagai orang, seperti tim desain, developer, stakeholder, dan bahkan pengguna akhir. Kemampuan untuk menerima kritik dan menggunakan kritik tersebut untuk meningkatkan kualitas konten adalah penting. Pendekatan ini memberi UX Writer kemampuan untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan pekerjaan mereka untuk memastikan bahwa konten yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna dan tujuan produk.
  9. Kolaborasi Tim yang Efektif: Desainer UX, developer, manajer produk, dan stakeholder lainnya berkolaborasi erat dalam penulisan UX. Kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sangat penting untuk memastikan bahwa teks yang dibuat tidak hanya relevan tetapi juga sesuai dengan desain dan cara produk berfungsi.
  10. Membangun Portofolio yang Mengesankan: Portofolio adalah alat penting bagi seorang penulis UX untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman mereka dalam menciptakan konten digital yang berguna. Portofolio yang terorganisir dengan baik, lengkap dengan contoh kerja nyata yang mencerminkan berbagai situasi dan tantangan dalam penulisan UX, memberikan kepercayaan kepada calon klien atau perusahaan.

Dengan menguasai berbagai keterampilan ini, seorang penulis UX tidak hanya menjadi bagian dari tim desain produk, tetapi juga memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman pengguna yang menyenangkan dan bermanfaat. Mereka membantu menghubungkan produk dengan pengguna melalui komunikasi yang jelas, kreatif, dan strategis, menciptakan hubungan yang kuat antara merek dan audiensnya. Ini membuat UX Writer menjadi aset yang sangat berharga dalam dunia digital.

 

Tahapan Kerja Seorang UX Writer

Tahapan Kerja Seorang Penulis UX Dalam proses penulisan UX, ada beberapa tahapan penting yang harus dilewati untuk memastikan teks yang dibuat benar-benar memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna. Tahapan-tahap ini dimaksudkan untuk membantu penulis UX memahami perspektif pengguna, membuat solusi yang tepat, dan mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan produk digital. Berikut adalah penjelasan yang lebih rinci tentang langkah-langkah tersebut;

Tahap Empathize: Memahami Motivasi dan Keinginan Pengguna Langkah 

Pertama yang harus dilakukan oleh seorang penulis UI adalah memahami motivasi, keinginan, dan kebutuhan pengguna. Dalam proses ini, seorang UX Writer berusaha menemukan jawaban atas beberapa pertanyaan penting;

  • Apa yang mendorong orang untuk menggunakan situs web atau aplikasi?

  • Apa yang ingin mereka capai saat berinteraksi dengan produk?

  • Mereka berharap produk ini dapat menyelesaikan masalah apa?

Pemahaman mendalam tentang pengguna membantu penulis UX membuat konten yang relevan dan memenuhi kebutuhan emosional pengguna. Survei, wawancara, atau analisis perilaku pengguna adalah metode yang paling umum untuk mendapatkan empati ini.
 

Tahap Define: Memahami Detail Keinginan dan Masalah Pengguna 

Setelah memahami motivasi awal pengguna, langkah berikutnya adalah menjelaskan lebih rinci kebutuhan dan masalah mereka. UX Writer harus menggambarkan pengalaman pengguna, termasuk perasaan mereka saat membuka aplikasi dan harapan mereka, serta masalah atau tantangan yang mungkin mereka temui saat menggunakan produk. Pada saat ini, penulis UX berkolaborasi dengan tim UX untuk;

  • Membuat daftar masalah pengguna.

  • Mengidentifikasi titik penting di mana konsumen berinteraksi dengan produk dan, menggunakan informasi yang telah diperoleh sebelumnya, membuat solusi yang memenuhi kebutuhan unik konsumen.

Tahap ini sangat penting karena membantu tim membuat pengalaman yang sesuai dengan tujuan dan harapan pengguna sekaligus menghilangkan hambatan yang dapat mengganggu pengerjaan.
 

Tahap Ideate: Menghasilkan Solusi Kolaboratif 

Tahap ini adalah proses membangun solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pada saat ini, UX Writer tidak beroperasi secara mandiri. Berbagai stakeholder berkolaborasi dengan mereka, termasuk:

  • Design UX untuk membuat antarmuka yang mendukung teks.

  • Desainer Produk untuk memastikan bahwa solusi sesuai dengan visi produk.

  • Researcher UX untuk mengeksplorasi perilaku pengguna. Tim IT atau Developer untuk memastikan solusi dapat diterapkan secara teknis.

Pada titik ini, UX Writer dapat memberikan rekomendasi tentang penggunaan bahasa, nada, dan struktur teks yang paling sesuai untuk produk tersebut. Solusi yang tidak hanya efisien tetapi juga praktis dapat dibuat dengan bekerja sama.
 

Tahap Prototype: Membuat Prototype Produk 

Setelah ide-ide dikembangkan, langkah selanjutnya adalah membuat prototipe produk. Prototype ini biasanya berbentuk wireframe, yaitu kerangka dasar antarmuka yang menunjukkan bagaimana komponen produk akan tersusun dan beroperasi. Writer UX saat ini;

  • Menulis teks awal atau replika elemen tertentu, seperti tombol, menu, pesan error, dan instruksi pengguna.

  • Memastikan bahwa alur pengguna yang dirancang oleh tim didukung oleh pesan yang disampaikan.

Sebelum produk dikembangkan sepenuhnya, prototipe ini membantu memvalidasi gagasan.
 

Tahap Pengujian: Melakukan Pengujian untuk Validasi

Tahap terakhir dari proses validasi adalah menguji kemampuan prototype yang telah dibuat. Ini dilakukan dengan melibatkan target pengguna yang sesuai dengan pasar produk. Tahap ini memiliki tujuan utama untuk:

  • Nilai seberapa efektif teks dan elemen desain dalam membantu pengguna mencapai tujuan mereka.

  • Mengidentifikasi area yang perlu dioptimalkan atau diperbaiki.

  • Memastikan bahwa produk memberikan pengalaman yang mudah dipahami dan memuaskan.

Jika hasil pengujian menunjukkan bahwa prototype tidak memenuhi harapan pengguna, tim harus melakukan hal lain. Mengulangi proses dari awal, memperbaiki kesalahan berdasarkan hasil pengujian, dan terus menyempurnakan produk untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal dikenal sebagai iterasi.

Kerja seorang UX Writer adalah proses yang berulang dan dinamis. Setiap langkah dirancang untuk memastikan bahwa konten yang dibuat benar-benar relevan dan efektif, dimulai dari pemahaman pengguna hingga pengujian solusi yang ditawarkan. UX Writer sangat penting untuk pengembangan produk digital yang sukses karena kemampuan untuk bekerja sama dengan tim lain, peduli dengan pengguna, dan mampu menyesuaikan hasil pengujian.

 

Contoh Penerapan UX Writing Pada Perusahaan 

Writing UX membantu meningkatkan pengalaman pengguna melalui komunikasi yang jelas, ringkas, dan relevan dalam berbagai jenis aplikasi digital. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan tulisan UX di berbagai industri bisnis dan aplikasi digital;
 

Aplikasi E-Commerce: Membimbing Pengguna Melalui Proses Pembelian UX Writing 

sangat penting untuk membantu pengguna melakukan pembelian dengan mudah dan tanpa kebingungan di platform e-commerce. Contoh penerapan termasuk:

  • Teks untuk Tombol Aksi: Buat teks untuk tombol seperti "Tambah ke Keranjang", "Lanjutkan Pembayaran", atau "Selesaikan Pesanan" yang mudah dipahami.
  • Instruksi Proses Pembayaran: Memberikan instruksi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, mulai dari memasukkan informasi pengiriman hingga memilih metode pembayaran.
  • Pesan Kesalahan yang Informatif: UX Writing memastikan bahwa pesan kesalahan memberikan informasi khusus, seperti "Alamat pengiriman tidak ditemukan", ketika pengguna memasukkan alamat pengiriman yang tidak valid. Untuk bantuan lebih lanjut, silahkan periksa kembali atau hubungi layanan pelanggan.

Aplikasi e-commerce dapat meningkatkan konversi dan mengurangi kesalahan dalam proses pembelian dengan memastikan setiap teks memenuhi kebutuhan pengguna.
 

Platform Media Sosial: Meningkatkan Kenyamanan Pengguna

UX Writing bertanggung jawab untuk membangun interaksi antara platform dan pengguna. Beberapa contoh aplikasinya adalah:

  • Notifikasi Aktivitas Pengguna: Pesan seperti "Anda memiliki 3 komentar baru pada postingan Anda" atau "Teman Anda baru saja membagikan unggahan Anda" dirancang untuk tetap terlibat dengan pengguna tanpa terasa mengganggu.
  • Instruksi untuk Mengunggah Konten: Tulis instruksi sederhana seperti "Seret dan jatuhkan foto Anda di sini" atau "Klik ikon kamera untuk mulai merekam video."
  • Pesan Kesalahan pada Gagalnya Postingan: Jika unggahan gagal dilakukan, pesan yang dibuat oleh UX Writer mungkin berbunyi: "Maaf, postingan Anda tidak berhasil diunggah." Periksa koneksi Anda ke internet dan coba lagi.

Pesan-pesan tersebut juga dapat bertujuan untuk memberikan dukungan dan solusi langsung untuk masalah pengguna.
 

Aplikasi Perbankan: Memastikan Keamanan dan Kemudahan dalam Transaksi

UX Writing menciptakan rasa aman dan memudahkan berbagai transaksi dalam aplikasi keuangan atau perbankan digital. Contoh aplikasinya mencakup:

  • Tombol dan Menu Transfer Dana: Tombol seperti "Kirim Dana Sekarang" atau "Tambahkan Rekening Tujuan" dimaksudkan untuk menjelaskan fungsi setiap langkah proses transfer.
  • Instruksi Manajemen Keuangan: UX Writing membuat teks yang membantu pengguna memahami fitur seperti pengaturan anggaran, seperti, "Tetapkan batas pengeluaran harian Anda untuk kategori belanja ini."
  • Pesan Kesalahan Saat Login: Jika pengguna salah memasukkan kata sandi, pesan yang dibuat dapat berbunyi, "Kombinasi email dan kata sandi Anda tidak cocok." Anda dapat mencoba lagi atau memilih opsi "Lupa Kata Sandi" untuk reset.

Teks yang mudah dipahami dan empatik ini meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi.


Penulisan UX yang tepat meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. Writing UX sangat penting untuk kesuksesan berbagai aplikasi digital karena pesan yang dirancang secara strategis tidak hanya membantu pengguna memahami produk dan menyelesaikan tugas mereka, tetapi juga membangun kepercayaan dan loyalitas terhadap merek.

 

Bagaimana Cara Menerapkan UX Writing yang Jelas

  1. Pastikan Penulisan Anda Jelas dan Membantu: Saat membuat salinan untuk website, sangat penting bahwa tulisan Anda jelas. Jika pesan Anda ditulis dengan jelas, pengguna akan lebih mudah memahaminya. Misalnya, agar pengguna dapat membuat keputusan yang tepat dan menghindari kesalahan yang tidak disengaja, Anda harus menjelaskan dengan jelas apa yang akan dihapus saat memberikan peringatan tentang penghapusan data.
  2. Pahami Audiens Anda: Sebelum menulis, langkah pertama yang penting adalah memahami audiens Anda. Untuk lebih memahami apa yang mereka harapkan dari situs web Anda, lakukan penelitian. Dengan demikian, Anda dapat memilih bahasa yang tepat untuk memudahkan mereka mengikuti tren saat ini.
  3. Buatlah Tulisan yang Ringkas: Menulis UI yang efektif mengharuskan Anda menulis ringkas. Meskipun teks harus jelas dan mudah dipahami, ini tidak berarti teks harus sesingkat mungkin. Agar pesan dapat disampaikan dengan cepat tanpa kehilangan maknanya, jangan menggunakan kata-kata yang terlalu panjang jika tidak perlu.
  4. Konsistensi dalam Penggunaan Kata: Memilih kata yang tidak konsisten dapat membuat pengguna bingung dan kesulitan memahami informasi di website. Misalnya, menggunakan kata "Daftar" di satu bagian dan "Registrasi" di bagian lain dapat membuat pengguna ragu. Untuk membuat situs lebih mudah dipahami, gunakan istilah yang konsisten.
  5. Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti: Pilih kata-kata yang sederhana dan mudah dipahami oleh audiens Anda. Tujuan utama penulisan UX adalah untuk memudahkan pembaca, jadi hindari penggunaan bahasa yang terlalu kompleks atau teknis yang dapat membingungkan pengguna.
  6. Gunakan Kalimat Aktif: Pesan aktif lebih mudah dipahami oleh pengguna dan lebih cepat dipahami daripada pesan pasif seperti "Dapatkan akses sekarang".
  7. Sesuaikan Salinan dengan Suara Perusahaan: Penting untuk menyesuaikan suara perusahaan dengan salinannya. Kata-kata seperti "Ayo gabung sekarang!" membuatnya terdengar lebih ramah daripada "Silahkan daftar untuk melanjutkan" yang terlalu kaku jika suasana perusahaan Anda lebih santai dan ramah.
  8. Buatlah Copy yang Positif: Gunakan kalimat yang positif dan hindari kata-kata negatif yang menimbulkan kesan negatif. Contohnya, "Anda tidak dapat dibatalkan Pesanan" dapat diganti dengan "Pesanan dapat dibatalkan dalam waktu 24 jam."
  9. Hindari Memberikan Semua Informasi Sekaligus: karena dapat membingungkan pengguna. Idealnya, berikan informasi dasar terlebih dahulu. Gunakan tautan seperti "Baca lebih lanjut" untuk informasi lebih lanjut. Ini akan menjaga tampilan web tetap sederhana dan tidak membebani pengunjung.
  10. Kenali Pengguna Anda: Ketahui siapa pengguna Anda dan apa yang mereka cari sebelum Anda membuat pesan. Misalnya, gunakan bahasa yang lebih formal jika target audiens Anda adalah profesional; jika mereka lebih muda, gunakan bahasa yang lebih santai.
  11. Fokus Pada Keuntungan Daripada Fitur:Tekankan keuntungan yang akan dirasakan pengguna daripada hanya membahas fitur produk. Misalnya, alih-alih menyatakan, "Kami menawarkan paket hosting murah," lebih baik memberitahu pengguna, "Dengan paket hosting kami, Anda bisa menghemat biaya dan mendapatkan kecepatan web yang lebih baik."
  12. Susun Alur Komunikasi yang Konsisten: Setiap elemen di website harus memiliki tone dan pesan yang konsisten, mulai dari tombol CTA hingga deskripsi produk. Pastikan semua pesan saling berkaitan dan selaras sehingga tidak membingungkan pengunjung.
  13. Pastikan untuk tidak menggunakan istilah yang rumit atau teknis: Hindari menggunakan jargon teknis atau istilah yang membingungkan saat berbicara dengan audiens yang Anda tuju. Misalnya, ketik fitur aplikasi dalam bahasa yang mudah dipahami, seperti kata "Dapatkan notifikasi langsung di ponsel Anda" daripada "Aktifkan notifikasi push".